Kamis, 22 November 2012

LAMTORO








Teman2 smua pasti sudah pada tau kan tentang lamtoro atau yang di sebut juga petai cina ini . Dalam taksonomi tumbuhan, tanaman lamtoro tergolong famili Mimesaceae dari suku Fabaceae (polong-polongan).

Sebagai salah satu jenis polong-polongan, daun lamtoro mengandung nitrogen dengan kadar relatif tinggi sehingga baik digunakan sebagai pupuk hijau. Daun lamtoro juga berprotein tinggi dan sering digunakan sebagai pakan ternak .

 Mendengar nama lamtoro pasti teman2 langgsung menghubungkannya dengan makanan tradisional yakni botok lamtoro. Yuuuups bener banget ….!!!!!!
tapi di sini aku tidak mau membahas tentang botok lamtoro. Kalau urusan botok lamtoro itu sudah jadi urusan mami xixixixixxi……….

walaupun menjadi salah satu bahan pokok masakan tradisional Indonesia, ternyata lamtoro bukan berasal dari indonesia lhooo, melainkan dari Meksiko dan daerah tropis amerika lainnya. 

Penjajah Spanyol membawa biji-bijinya dari sana ke Filipina di akhir abad XVI. dan dari tempat ini mulailah lamtoro menyebar luas ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
 Di Indonesia lamtoro di budidayakan untuk kepentingan reboisasi dan tanaman pelindung di perkebunan kopi, teh, dan vanili.
Lamtoro juga ditanam sebagai penghasil kayu bakar, serta sumber pakan ternak yang lekas tumbuh.







tumbuhan ini sudah ratusan tahun dimasukkan ke Jawa untuk kepentingan pertanian dan kehutanan dan kemudian menyebar pula ke pulau-pulau yang lain di Indonesia. Oleh sebab itu , maka tanaman ini di Malaysia dinamai petai jawa.

Efek farmakologis lamtoro diantaranya peluruh kencing ( diuretic ) , obat cacing , susah tidur karena gelisah , luka terpukul , patah tulang , abses paru , dan bisul. Bijinya untuk mengobati cacingan , bengkak (oedem ) , radang ginjal dan kencing manis. Sementara akarnya digunakan sebagai peluruh haid.



Dari aspek pemenuhan nutrisi tubuh, pucuk daun lamtoro dapat dikonsumsi sebagai sumber antioksidan alami flavonoid. Adapun bijinya  merupakan sumber protein nabati, vitamin B dan C, serta mineral kalsium yang baik bagi pemeliharaan kesehatan tubuh manusia. Sayangnya, pada sisi lain biji lamtoro tidak diperkenankan dikonsumsi dalam jumlah berlebihan mengingat kandungan senyawa mimosin yang sangat toksis.

Senyawa mimosin (asam beta-3-hidroksi-4 piridon amino) pertama kali diisolasi dari tanaman Mimosa pudica (putri malu) yang berkerabat dengan lamtoro. Struktur molekul mimosin mirip dengan asam amino tirosin, bahan baku untuk sintesis hormon tiroid. Tergantung pada musim dan keranuman, biji lamtoro secara alami mengandung mimosin (mimosine) dengan kadar berkisar 5 persen atau 5000 miligram per 100 gram biji lamtoro kering.

Senyawa mimosin bersifat toksis bagi organ liver, ginjal dan kulit (alopesia). Namun mekanisme toksisitas amat kompleks. Timbulnya efek toksis (keracunan) pada manusia mungkin lewat hambatan jalur metabolisme vitamin B6 pada organ liver sehingga memunculkan manifestasi defisiensi vitamin B6. Terhambatnya jalur metabolism vitamin B6 memberikan manifestasi kekurangan vitamin B6 berupa penyakit pelagra pada kulit, sariawan, kemunduran fungsi saraf (neuropati) dan peningkatan kadar homosistein yang merupakan faktor risiko untuk terserang penyakit jantung.

efek toksis akut mimosin mirip dengan gejala keracunan makanan pada umumnya berupa mual, muntah hingga kehilangan kesadaran bahkan meninggal.

Adapun pada keracunan kronis memberikan manifestasi berupa alopesia (rambut rontok) dan katarak pada lensa mata. Begitu pula, asupan mimosin yang berlangsung kronis dapat menghambat biosintesis senyawa kolagen tulang rawan sehingga mudah terjadi pendarahan kapiler, proteinuria dan perforasi uterus. Hambatan sintesis DNA (deoksiribonucleic acid) dan RNA (ribonucleic acid) oleh mimosin berpotensi menimbulkan mutasi genetik.







Lantaran senyawa mimosin sangat mudah larut dalam air , maka untuk mengantisipasi dan menjauhkan dari potensi Keracunan  , sebaiknya sebelum dikonsumsi biji lamtoro perlu diredam terlebih dahulu. Untuk menurunkan kadar mimosin dari 5 persen menjadi 0,2 persen dalam biji lamtoro, proses perendaman dengan suhu air 70 derajat celcius memerlukan waktu 24 jam. Sedangkan dengan air mendidih hanya perlu sekitar 4 menit. Dengan cara ini, kadar mimosin dapat ditekan menjadi 0,001 miligram per kilogram.

Sekian dulu za ……..!!!!!!
semoga informasi di atas bermanfaat, sampai ketemu di tulisanku selanjutnya. ^_^
jangan lupa tinggalkan komentar , dan jangan sungkan2 memberi kritik dan saran .
supaya tulisanku mendatang lebih baik lagi.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar